Can we finish it well?

Seberapa banyak dari kita yang menganggap diri kita adalah orang baik-baik?

Menjalani hidup sesuai peraturan; tata krama;dan moralitas. Bahkan untuk menyontek kerjaan teman saat ujian pun kita tidak berani, karena kita takut akan ‘hukuman’ yang akan kita terima nanti. Atau waktu kita ke warung buat beli permen, kita tidak berani untuk diem-diem mengambil ‘lebih’ permen. Tapi apakah dengan menjalani hidup seperti ini, membuat kita jauh dari kejatuhan?

Well, i don’t know. Tapi di buku yang saat ini saya sedang baca: Finishing Well, karya David W.F. Wong, beliau mengupas kehidupan dari beberapa tokoh besar di Alkitab. Ada beberapa dari mereka yang memulai kehidupan dengan sangat baik bahkan terbilang sukses, tapi mereka malah mengalami kejatuhan ketika akhir hidup mereka. Sebut aja Nuh, siapa sih yang tidak tahu cerita air bah dan kapal besar yang dibuat Nuh? Nuh disebut sebagai “seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sejamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah”, namun di akhir hidupnya ia minum anggur dan mabuk dan ia telanjang dalam kemahnya (Wong, pp. 14).

Kemudian kehidupan raja Salomo yang kekayaannya melebihi raja di bumi. Ia menerima hikmat dari Allah dan hidup sesuai dengan perintah Allah, tapi di akhir hidupnya, hati para istrinya beralih pada allah lain dan meninggalkan Tuhan Allahnya yang mereka sembah sejak awal.

Ketika saya review ulang pengalaman saya ditangkap polisi di Manila, sebenarnya saya cukup sebel. Betapa tidak, saya menyadari kalo saya tidak punya SIM Filipina, maka itu dalam berkendara saya tuh hati-hati dan tidak melanggar peraturan lalu lintas. Tapi pada saat itu, karena saya lalai sedikit aja, jadilah ditangkap. Entah ya, kalo menurut saya, saya sih tidak salah 100 persen juga, karena saya masih berada di zebra cross ketika lampu itu berubah jadi merah dan di depan saya juga macet. Jadi ketika kemacetan di depan saya mencair, saya tidak jalan dan tetap diam, karena saya tau kalo saya paksa jalan, pasti jalanan jadi macet. Eh…tetep juga ditangkep. Yah pikiran saya, emang tuh polisi mau cari duit aja.

Menutup babak kehidupan dengan sukses memang tidak mudah, ada banyak tragedi maupun kebahagiaan yang datang silih berganti. David Wong, menggunakan figur PAulus untuk menjelaskan hal ini. Paulus tidak pernah kehilanggan fokus, ia tidak melupakan misi semulanya atau salah mengira apa yang menjadi tujuan akhirnya. Dalam kehidupan ini, kita pasti menemui beberapa keberhasilan, seperti sukses dalam belajar ataupun meraih posisi tertinggi dalam perusahaan, tapi ingat itu bukanlah tujuan hidup kita, karena tujuan kita adalah bagaimana mengakhiri kehidupan ini sama baiknya dengan ketika kita memulainya dulu; tak bercacat cela dan mulia di hadapan Allah.

Lihat saja kehidupan PAulus, walau cara ia menutup kehidupannya tidak wajar, tapi kualitas dan tujuan akhirnya terbilang sukses. Ia adalah murid Yesus yang paling hebat, ia setia dengan tujuan hidupnya sampai akhir.

Atau kisah Yusuf, ia memulai kehidupannya dengan penuh kepahitan, ia adalah orang muda yang sombong dan kakak-kakaknya menjual ia sebagai budak ke Mesir. Namun pada akhirnya ia bisa mengakhiri dengan baik karena ia bisa memaafkan hal-hal pahit yang terjadi dalam hidupnya dan memulainya kembali dari awal. Untuk menyelesaikan babak kehidupan dengan baik, kita harus memulainya dari sekarang serta menutup babak sebelumnya dengan baik. KArena kita tidak akan bisa melangkah ke depan, bila kita belum menutup tuntas apa yang terjadi di belakang kita.

David Wong, menyimpulkan hanya satu dari tiga tokoh ALkitab yang menyelesaikan babak kehidupannya dengan baik. Sisanya harus mengalami kegagalan walau pada awalnya mereka adalah para pemimpin besar yang sukses (pp. 14). Belajar untuk melepaskan segala sesuatu baik suka maupun duka serta keberanian untuk melangkah maju adalah satu poin penting, karena yang terpenting dala kehidupan ini adalah bagaimana kita menyelesaikan segalanya dengan baik.

What is in your head?

Seperti biasa, kalo tinggal di tanah asing, dan ga terlalu bisa bahasa lokal, pasti sering deh ditanyain,’where are you from?’ Are you Korean? Chinese? Japan?

Terkadang jawaban gw yah sekena dan sesuai mood aja. Kalo lagi kesel dan mood ga enak yah kaga gw jawab…pokoknya walau dia nyebutin semua negara ASia, gw geleng-geleng aja. Soalnya mereka ga pernah nyebut Indonesia sih.

Ada juga yang bilang, “indonesia? but you are not look like Indonesian.” Gw sih cengar-cengir aja….kadang agak sedikit sebel, sambil dalam hati mikir,”kemane aje lo, INdonesia tetangga lo aja, lo kaga tau. Aje buset….. padahal tuh kasus Mindanao punya hubungan erat dengan kasus di Indonesia.”

Bahkan bencana tsunami yang terjadi tahun 2004 aja, banyak dari mereka yang ga ngeh.

Kalo diteliti lagi, mungkin sumber masalahnya adalah media massa disini jarang sekali membicarakan politik di negara asia lainnya seperti indonesia, taiwan, china, malaysia, singapura dll. Isi koran mereka aja kebanyakan tentang kondisi lokal, America atau negara2 yang menjadi tujuan pekerjanya (Overseas Filipino Workers). Dan, ternyata isu ini pula yang diprotes oleh dosen2 gw di kampus. Tentu kondisi ini sangat berbeda dengan di Indonesia. Ketika gw pulang ke Jakarta beberapa waktu lalu, hampir semua orang yang gw ajak ngomong pasti nanya, “wah anaknya Aquino jadi presiden lagi ya.” atau ‘mamanya udah meninggal kan?’. Atau mereka akan nanya tentang kejadian-kejadian di Mindanao. Bahkan mama dan papa saya aja sangat kenal dengan sosok Imelda Marcos yang demen koleksi sepatu, Cory Aquino yang jadi presiden perempuan pertama di Asia, atau si tangan besi Marcos. Saya pun walau jarang-jarang mengikuti perkembangan politik luar negeri, cukup familiar dengan nama Kris Aquino dan Marcos.

Bagusnya, semua profesor gw di kampus tau tentang Indonesia, karena mereka sering studi banding ama Indonesia, terutama tentang kebebasan media. Yah masih lumayan dah…..

Teman-teman di kampus juga begitu, pengetahuan mereka tentang Indonesia amat sangat minim.Pernah di satu kelas, dosen saya nanya ke mahasiswa yang laen, “apa sih yang kamu tau tentang Indonesia?’

Dari 10 orang murid, mungkin yang jawab cuma tiga atau empat orang. Ada yang bilang negara Islam, ada lagi bilang dia pernah ke Jakarta dan ngerasa pusat budaya di Jakarta tidak tersentralisasi, ada bilang Soeharto kayak Marcos, ada yang tau Bali dari film seri Korea.

Tapi ada satu temen, dia adalah dosen matematika. Dia malah memuji Megawati yang katanya dia lebih “bermoral” dibanding Gloria Magapagal Arroyo. Hal ini berkaitan dengan kudeta yang dijalankan oleh kedua mantan presiden ini. Kata dia si Megawati melakukannya dengan elegan. beda dengan Arroyo yang lakuinnya kasar dan tidak beretika.

So? intinya? kesimpulan dari tulisan ini adalah….gw cuma nuangin uneg2 aja kok. Kadang sebel juga kalo harus ngejelasin Indonesia ini loo….atau itu looo…..

wah kayaknya boleh juga nih gw jadi duta indonesia di Filipin. Tapi kira2 KBRI mo hire gw ga ya???

hehehe

Coron Island: Keindahan yang belum terjamah

Biru dan bersihnya air di Kayangan Lake sungguh menggoda, saya pun tanpa banyak bicara langsung melompat ke air. Wow…benar saja airnya sangat menyegarkan, apalagi saat itu udara sedang panas-panasnya. Tanpa mengenakan pelampung ataupun kacamata renang, saya langsung berenang ke tengah danau tanpa berpikir panjang ataupun melihat ke dasar danau. Dalam hati saya berpikir, “andai saja di dekat rumah saya ada danau seluas dan sebersih ini, pasti sangat menyenangkan.” Sayangnya di daerah rumah saya di Jakarta, yang ada hanyalah kali Pasar Baru yang hitam dan berbau. Maka itu, kesempatan menikmati danau yang sangat bersih ini harus dinikmati baik-baik.

Kayangan Lake memang terkenal sebagai danau terbersih se-Filipina. Maka itu, pihak pengelola tempat ini juga sangat ketat dalam hal sampah dan tidak memperbolehkan pengunjung untuk membawa makanan ke area danau. Sebagai gantinya, mereka menyediakan gubuk-gubuk kecil, di luar area danau untuk tempat peristirahatan pengunjung. Dan asiknya, tempat peristirahatan ini juga dibuat sedemikian rupa, sehingga ketika beristirahat kita tetap bisa menikmati indahnya teluk Coron dengan airnya yang jernih dan biru. Wah, benar-benar sensasi yang tiada taranya.

Twin Lagoon

Puas menikmati Kayangan Lake, kami pun pindah lokasi ke tujuan selanjutnya yaitu Twin Lagoon. Setelah menempuh perjalanan selama sepuluh menit dari Kayangan Lake, kapal mesin yang kami sewa pun merapat di sebuah ‘dermaga’ buatan yang kecil. Nah, setelah itu kami pun terheran-heran karena kami tidak melihat adanya laguna satupun disana. Sampai akhirnya nahkoda kapal kami menunjuk kepada sebuah celah kecil yang hampir tertutup air, ternyata itulah pintu masuk satu-satunya ke Twin Lagoon. Bila air pasang, tentu saja kita harus menyelam cukup dalam untuk melewati celah tersebut. Wah, sungguh menantang dan memerlukan keberanian. Setelah berhasil melewati “pintu kecil” itu, kami pun terkagum-kagum dengan sensasi laguna tersebut, bayangkan saja kita bisa menikmati sensasi air panas dan dingin pada saat bersamaan. Karena tempat ini memang terkenal sebagai tempat pertemuan arus panas dan dingin.

The Best Wreck Diving in the World

Island Coron dan sekitarnya juga disebut-sebut sebagai ‘the best wreck diving in the world’. Hal ini ada kaitannya dengan sejarah Perang Dunia II. Tahun 1944, pasukan Amerika meluncurkan serangan besar-besaran terhadap armada laut Jepang yang mengangkut berbagai keperluan logistik untuk tentaranya yang menguasai Filipina. Lokasi serangan ini adalah di sekitar Coron island, dan pihak Amerika mengklaim telah menenggelamkan 24 armada. Namun hingga saat ini baru ditemukan 12 armada dan 8 diantaranya berada di sekitar Coron Island.

Salah satu tempat shipwreck diving adalah di Skeleton wreck. Di sini kita bisa melihat sisa peninggalan kapal perang tersebut hanya dengan snorkeling. Karena lokasi kapal perang tersebut cukup dangkal yaitu sekitar 10 meter, namun tentu saja bila ingin menjelajah lebih jauh, disarankan untuk scuba diving. Melihat sejarah yang cukup kelam tersebut, membuat saya cukup gentar ketika akan masuk ke air, namun setelah melihat aneka ragam ikan dan terumbu karang, saya pun lupa akan ketakutan saya. Sungguh merupakan pengalaman yang tak terlupakan.

Selain wreck diving, di sini juga terkenal akan cave diving. Karena sedikit berbahaya makan hanya ‘diver’ dengan jam terbang tinggi saja yang diperbolehkan untuk melakukan cave diving, salah satunya adalah Barracuda Lake –dinamakan demikian karena pernah ditemukan tulang belulang ikan barracuda yang cukup besar.

Coron Island, Palawan Utara

Sebagai tempat tujuan wisata, Coron Island dan sekitarnya bisa dibilang masih asri dan belum terlalu komersil. Sehingga kita masih bisa menikmati keseharian warga pulau ini sekaligus menikmati keindahan alamnya. Sebut saja Banana Island dan Malcapuya Island yang pantainya sangat bersih dan disebut-sebut sebagai “the next Boracay”; Mount Tapyas (kita harus menapaki 700 anak tangga untuk tiba di puncak) adalah tempat kita menikmati matahari pertama yang menyinari kepulauan ini; Makinit Hot Spring, tempat pemandian air panas yang berada di pinggir pantai; Siete Percado, yang merupakan gugusan tujuh pulau kecil, menjadi tempat yang tepat untuk snorkeling.

uhh...masih harus mendaki 600 anak tangga lagi

Di sekitar Coron Island juga ada sebuah spot menarik yang sarat dengan sejarah, yaitu Culion Island – sebuah pulau bekas penampungan penderita kusta. Sekarang, pulau ini sudah terbuka untuk umum dan kita bisa melihat jejak-jejak sejarah masa lalu. Calauit Island juga terkenal sebagai hutan lindung untuk berbagai hewan asal Afrika dan beberapa jenis langka dari Palawan. Jadi jangan kaget bila anda melihat ada Zebra di sini.

Akomodasi di Coron Town cukup beragam, dari backpacker’s inn sampai villa pribadi dengan pemandangan laut dan pantai. Jadi semuanya tergantung anda mau memilih yang mana. Namun yang pasti untuk mengunjungi tempat-tempat yang telah saya sebutkan diatas, kita harus menyewa kapal lagi atau bisa juga mengikuti paket dari tempat anda menginap. Selamat berpetualang!

How to get there:

Cebu Pacific Airlines dan Philippines Airlines. Tujuan: Busuanga. Lama perjalanan: 1 jam.

WG&A Superferry dari Pier 15, Manila South Harbor.

Jadwal: Manila – Busuanga: setiap hari Jumat malam (12 jam perjalanan)

Busuanga – Manila: setiap hari Senin pagi.

Quick facts:

Paket penginapan termasuk makan 3x sehari.

Cocok untuk Gateaway weekend

Pasalubong: Dried Fish dan madu Palawan

Di tangkep polisi Manila

Entah harus merasa lucu ato sebel, yang pasti pengalaman pertama gw ditangkep polisi jadi pengalaman yang tak terlupakan.

Ceritanya abis dari kampus, saya mau belanja sayuran di SM Pasig. Nah, saya keluar dari parkiran supermarket aja udah jam 21.40an. Jalanan sih tidak terlalu macet, tapi di daerah perempatannya emang agak ramai. Jadi bisa dibilang cukup lancar lah. Kejadiannya pas di lampu merah yang mau belok ke kiri. Saya emang udah berada sesuai lajur yaitu di kiri, kemudian ketika sampai di zebra cross, saya emang tidak perhatikan lampu merah lagi, melainkan ‘follow’ mobil yang di depan. Ternyata itu udah merah, yah hindi ko alam po alias mana gw tau. wong di depan padat kok mobilnya.

Jadilah saya ditangkep.

Polisinya cewe tapi berpenampilan cowo gitu. Dia langsung nanya SIM, nah SIM saya masih SIM Jakarta. DIa langsung masukan saya ke pelanggaran apa gitu…pokoknya kalo di denda kena 2500 peso. Lalu saya bilang, SIM Jakarta kan masih berlaku disini, karena emang aturannya tiga bulan pertama dari kita tiba di Filipina, kita masih bisa memakai SIM asal kita.

Lalu, dengan dalih “ok mam, because you are beautiful, so i will give you ticket with cost 1000 peso”. bla…

Yah biasalah, denagn segala upaya, gw coba nawar. Gw bilang ini tuh bukan mobil gw dan gw baru dateng dari Jakarta. Jadi gw kaga tau tuh dimana letak Pasig CIty Hall. Apalagi gw di Manila sendirian dan ga ada relative (bener loh….). Pertamanya sih dia keukeuh mo nilang, sampe akhirnya gw kuarin 500peso. Dia sih masih keukeuh gitu, cuma udah agak “berminat” gitu…

Eh, karena dia jual mahal, jadilah gw yang bujuk-bujuk dan dia juga ikutan bujuk-bujuk gw supaya di tilang aja….yah akhirnya malah becandaan dah.

Terakhir, dia malah minta no HP, katanya kalo gw ada kesulitan di daerah sekitar situ, nanti dia mo bantuin bla bla bla….

sial….dodolnya gw kasih dah tuh no HP…berikut 500peso.

trus sesudahnya dia sms gw dah, katanya take care always….

kaga bakal gw bales dah tuh SMS, biar aja…

Makanya gw jadi agak sebel tapi lucu juga kalo inget-inget itu. hahahahaha….

Pengalaman pertama yang tak terlupakan..

Manila, 6 Juli 2010

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.