What is in your head?

Seperti biasa, kalo tinggal di tanah asing, dan ga terlalu bisa bahasa lokal, pasti sering deh ditanyain,’where are you from?’ Are you Korean? Chinese? Japan?

Terkadang jawaban gw yah sekena dan sesuai mood aja. Kalo lagi kesel dan mood ga enak yah kaga gw jawab…pokoknya walau dia nyebutin semua negara ASia, gw geleng-geleng aja. Soalnya mereka ga pernah nyebut Indonesia sih.

Ada juga yang bilang, “indonesia? but you are not look like Indonesian.” Gw sih cengar-cengir aja….kadang agak sedikit sebel, sambil dalam hati mikir,”kemane aje lo, INdonesia tetangga lo aja, lo kaga tau. Aje buset….. padahal tuh kasus Mindanao punya hubungan erat dengan kasus di Indonesia.”

Bahkan bencana tsunami yang terjadi tahun 2004 aja, banyak dari mereka yang ga ngeh.

Kalo diteliti lagi, mungkin sumber masalahnya adalah media massa disini jarang sekali membicarakan politik di negara asia lainnya seperti indonesia, taiwan, china, malaysia, singapura dll. Isi koran mereka aja kebanyakan tentang kondisi lokal, America atau negara2 yang menjadi tujuan pekerjanya (Overseas Filipino Workers). Dan, ternyata isu ini pula yang diprotes oleh dosen2 gw di kampus. Tentu kondisi ini sangat berbeda dengan di Indonesia. Ketika gw pulang ke Jakarta beberapa waktu lalu, hampir semua orang yang gw ajak ngomong pasti nanya, “wah anaknya Aquino jadi presiden lagi ya.” atau ‘mamanya udah meninggal kan?’. Atau mereka akan nanya tentang kejadian-kejadian di Mindanao. Bahkan mama dan papa saya aja sangat kenal dengan sosok Imelda Marcos yang demen koleksi sepatu, Cory Aquino yang jadi presiden perempuan pertama di Asia, atau si tangan besi Marcos. Saya pun walau jarang-jarang mengikuti perkembangan politik luar negeri, cukup familiar dengan nama Kris Aquino dan Marcos.

Bagusnya, semua profesor gw di kampus tau tentang Indonesia, karena mereka sering studi banding ama Indonesia, terutama tentang kebebasan media. Yah masih lumayan dah…..

Teman-teman di kampus juga begitu, pengetahuan mereka tentang Indonesia amat sangat minim.Pernah di satu kelas, dosen saya nanya ke mahasiswa yang laen, “apa sih yang kamu tau tentang Indonesia?’

Dari 10 orang murid, mungkin yang jawab cuma tiga atau empat orang. Ada yang bilang negara Islam, ada lagi bilang dia pernah ke Jakarta dan ngerasa pusat budaya di Jakarta tidak tersentralisasi, ada bilang Soeharto kayak Marcos, ada yang tau Bali dari film seri Korea.

Tapi ada satu temen, dia adalah dosen matematika. Dia malah memuji Megawati yang katanya dia lebih “bermoral” dibanding Gloria Magapagal Arroyo. Hal ini berkaitan dengan kudeta yang dijalankan oleh kedua mantan presiden ini. Kata dia si Megawati melakukannya dengan elegan. beda dengan Arroyo yang lakuinnya kasar dan tidak beretika.

So? intinya? kesimpulan dari tulisan ini adalah….gw cuma nuangin uneg2 aja kok. Kadang sebel juga kalo harus ngejelasin Indonesia ini loo….atau itu looo…..

wah kayaknya boleh juga nih gw jadi duta indonesia di Filipin. Tapi kira2 KBRI mo hire gw ga ya???

hehehe

Coron Island: Keindahan yang belum terjamah

Biru dan bersihnya air di Kayangan Lake sungguh menggoda, saya pun tanpa banyak bicara langsung melompat ke air. Wow…benar saja airnya sangat menyegarkan, apalagi saat itu udara sedang panas-panasnya. Tanpa mengenakan pelampung ataupun kacamata renang, saya langsung berenang ke tengah danau tanpa berpikir panjang ataupun melihat ke dasar danau. Dalam hati saya berpikir, “andai saja di dekat rumah saya ada danau seluas dan sebersih ini, pasti sangat menyenangkan.” Sayangnya di daerah rumah saya di Jakarta, yang ada hanyalah kali Pasar Baru yang hitam dan berbau. Maka itu, kesempatan menikmati danau yang sangat bersih ini harus dinikmati baik-baik.

Kayangan Lake memang terkenal sebagai danau terbersih se-Filipina. Maka itu, pihak pengelola tempat ini juga sangat ketat dalam hal sampah dan tidak memperbolehkan pengunjung untuk membawa makanan ke area danau. Sebagai gantinya, mereka menyediakan gubuk-gubuk kecil, di luar area danau untuk tempat peristirahatan pengunjung. Dan asiknya, tempat peristirahatan ini juga dibuat sedemikian rupa, sehingga ketika beristirahat kita tetap bisa menikmati indahnya teluk Coron dengan airnya yang jernih dan biru. Wah, benar-benar sensasi yang tiada taranya.

Twin Lagoon

Puas menikmati Kayangan Lake, kami pun pindah lokasi ke tujuan selanjutnya yaitu Twin Lagoon. Setelah menempuh perjalanan selama sepuluh menit dari Kayangan Lake, kapal mesin yang kami sewa pun merapat di sebuah ‘dermaga’ buatan yang kecil. Nah, setelah itu kami pun terheran-heran karena kami tidak melihat adanya laguna satupun disana. Sampai akhirnya nahkoda kapal kami menunjuk kepada sebuah celah kecil yang hampir tertutup air, ternyata itulah pintu masuk satu-satunya ke Twin Lagoon. Bila air pasang, tentu saja kita harus menyelam cukup dalam untuk melewati celah tersebut. Wah, sungguh menantang dan memerlukan keberanian. Setelah berhasil melewati “pintu kecil” itu, kami pun terkagum-kagum dengan sensasi laguna tersebut, bayangkan saja kita bisa menikmati sensasi air panas dan dingin pada saat bersamaan. Karena tempat ini memang terkenal sebagai tempat pertemuan arus panas dan dingin.

The Best Wreck Diving in the World

Island Coron dan sekitarnya juga disebut-sebut sebagai ‘the best wreck diving in the world’. Hal ini ada kaitannya dengan sejarah Perang Dunia II. Tahun 1944, pasukan Amerika meluncurkan serangan besar-besaran terhadap armada laut Jepang yang mengangkut berbagai keperluan logistik untuk tentaranya yang menguasai Filipina. Lokasi serangan ini adalah di sekitar Coron island, dan pihak Amerika mengklaim telah menenggelamkan 24 armada. Namun hingga saat ini baru ditemukan 12 armada dan 8 diantaranya berada di sekitar Coron Island.

Salah satu tempat shipwreck diving adalah di Skeleton wreck. Di sini kita bisa melihat sisa peninggalan kapal perang tersebut hanya dengan snorkeling. Karena lokasi kapal perang tersebut cukup dangkal yaitu sekitar 10 meter, namun tentu saja bila ingin menjelajah lebih jauh, disarankan untuk scuba diving. Melihat sejarah yang cukup kelam tersebut, membuat saya cukup gentar ketika akan masuk ke air, namun setelah melihat aneka ragam ikan dan terumbu karang, saya pun lupa akan ketakutan saya. Sungguh merupakan pengalaman yang tak terlupakan.

Selain wreck diving, di sini juga terkenal akan cave diving. Karena sedikit berbahaya makan hanya ‘diver’ dengan jam terbang tinggi saja yang diperbolehkan untuk melakukan cave diving, salah satunya adalah Barracuda Lake –dinamakan demikian karena pernah ditemukan tulang belulang ikan barracuda yang cukup besar.

Coron Island, Palawan Utara

Sebagai tempat tujuan wisata, Coron Island dan sekitarnya bisa dibilang masih asri dan belum terlalu komersil. Sehingga kita masih bisa menikmati keseharian warga pulau ini sekaligus menikmati keindahan alamnya. Sebut saja Banana Island dan Malcapuya Island yang pantainya sangat bersih dan disebut-sebut sebagai “the next Boracay”; Mount Tapyas (kita harus menapaki 700 anak tangga untuk tiba di puncak) adalah tempat kita menikmati matahari pertama yang menyinari kepulauan ini; Makinit Hot Spring, tempat pemandian air panas yang berada di pinggir pantai; Siete Percado, yang merupakan gugusan tujuh pulau kecil, menjadi tempat yang tepat untuk snorkeling.

uhh...masih harus mendaki 600 anak tangga lagi

Di sekitar Coron Island juga ada sebuah spot menarik yang sarat dengan sejarah, yaitu Culion Island – sebuah pulau bekas penampungan penderita kusta. Sekarang, pulau ini sudah terbuka untuk umum dan kita bisa melihat jejak-jejak sejarah masa lalu. Calauit Island juga terkenal sebagai hutan lindung untuk berbagai hewan asal Afrika dan beberapa jenis langka dari Palawan. Jadi jangan kaget bila anda melihat ada Zebra di sini.

Akomodasi di Coron Town cukup beragam, dari backpacker’s inn sampai villa pribadi dengan pemandangan laut dan pantai. Jadi semuanya tergantung anda mau memilih yang mana. Namun yang pasti untuk mengunjungi tempat-tempat yang telah saya sebutkan diatas, kita harus menyewa kapal lagi atau bisa juga mengikuti paket dari tempat anda menginap. Selamat berpetualang!

How to get there:

Cebu Pacific Airlines dan Philippines Airlines. Tujuan: Busuanga. Lama perjalanan: 1 jam.

WG&A Superferry dari Pier 15, Manila South Harbor.

Jadwal: Manila – Busuanga: setiap hari Jumat malam (12 jam perjalanan)

Busuanga – Manila: setiap hari Senin pagi.

Quick facts:

Paket penginapan termasuk makan 3x sehari.

Cocok untuk Gateaway weekend

Pasalubong: Dried Fish dan madu Palawan

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.