Vacation in Boracay

Bagi orang Indo, nama tempat yang satu ini mungkin tidak seterkenal Bali ato Pantai Malibu di USA, ato Surfers Paradise di Goldcoast, Australia. Namanya Boracay. Awalnya aku pun susah untuk ingat nama ini. Bagi aku, namanya agak aneh dan asing.

Ternyata Boracay ini adalah nama pulau kecil di sebelah Selatan Pulau Luzon, Philippines. Dan merupakan salah satu the most popular tourist destination. Dalam artian, rasanya lom lengkap berkunjung ke Philippines tanpa mampir di pulau kecil ini.

Awal November 2007, bersamaan dengan masa Holy Week di Philippines, aku jalan-jalan ke Manila. Niat awalnya sih cuma buat ngunjungin Bajaj doang. Tapi liburan yang cukup panjang, rasanya sayang kalo cuma muter-muter di Manila yang isinya Mall melulu, samanya ma Jakarta.

Dari informasi yang kucari melalui google, pantai di Boracay, disebut-sebut sebagai pantai kedua terindah di dunia setelah pantai Malibu. dan banyak turis dari Korea dan Jepang yang sering berlibur disini.

Kali ini, sengaja aku tidak mencari informasi secara menyeluruh mengenai Boracay, biar saja semua terjadi alami, dan penuh kejutan (liburan kali ini, sebenarnya juga sebuah kejutan dari Bajaj).

 

Transportasi

Perjalanan kali ini sangat menarik, banyak hal baru yang kutemukan kali ini. Untuk mencapai Boracay, kita hanya bisa menggunakan pesawat baling-baling. Ketika pergi, kami menumpang pesawat yang berpenumpang 30an orang, dengan menggunakan South East Airlines. Perjalanan selama 35 menit, tak terasa lama.

Tapi ketika pulang ke Manila, masih dengan maskapai yang sama, kami menumpang pesawat lebih kecil yang berpenumpang 19 orang termasuk pilot dan co pilot. Di dalam pesawat ga ada toilet, bahkan ketika mau naik, berat badan dan bawaan kami harus ditimbang dulu. Inilah pesawat terkecil yang pernah kunaiki. Awalnya sempet meragukan, tapi untunglah perjalanan berjalan mulus. Karena kapasitas mesinnya lebih kecil, perjalanan jadi lebih lama, sekitar 1 jam.

Harga tiket untuk SE Airlines, PP 6000 peso untuk 1 orang. Lalu di Bandara Ninoy Aquino, ada tax sebesar 200 peso, padahal di Caticlan tax bandara hanya 10 peso. Aku kaget juga dengan beda yang 20 kali lipat ini. Tax dan biaya-biaya administrasi di Boracay lebih murah daripada di Manila.

Sepanjang perjalanan menuju Boracay, aku ga sabar juga pengen liat seperti apa sih pantai yang disebut-sebut sebagai pantai terindah ke 2 di dunia ini. Untunglah pesawat yang terbang rendah cukup membuat rasa penasaranku terobati. Ketika pesawat melintasi Boracay, dari atas kami sudah bisa melihat putihnya pantai di bawah, membuatku ga sabar untuk menginjakkan kaki di atas pasir putih itu.

Boracay tidak memiliki bandara, untuk itu kita harus mendarat di Caticlan di pulau Panay. Ukuran bandara yang cukup kecil ini mengingatkanku pada film Jurassic Park, dimana sebuah pesawat kecil yang berpenumpang turis, mendarat di sebuah bandara perintis yang sepi dari keramaian. Sebetulnya ada 1 bandara lagi yaitu Kalibo Airport yang terletak di sebelah Utara Panay. Dari sini menuju Boracay, lebih jauh, kita harus menumpang Bus atau mobil van. Jadi memang lebih cepat kalo kita melalui Caticlan. Keunggulan ini pula yang ditangkap oleh SE Airlines, semua pesawat mereka mendarat di Caticlan, dan mereka memiliki motto “ The fastest Airline to Boracay”. Sedangkan Cebu Airlines, harus mendarat di Kalibo Airport, dan ternyata ini berpengaruh pada harga tiket mereka. Tiket ke Boracay dengan Cebu Arilines “hanya” 4000 peso. Bedanya lumayan tuh ma SE Airlines.

Turun dari pesawat, kesan Caticlan sebagai bandara yang sepi dan terpencil, pupus sudah. Dimana-mana terlihat orang lalu lalang yang kebanyakan adalah turis yang mau berlibur di Boracay. Sepertinya daya magnet dari Boracaylah yang menghidupi mulut-mulut yang tinggal di seputar pulau ini.

Menumpang tricycle, mirip dengan becak motor, seharga 30 peso perorang, kami menuju Caticlan Jetty port, yang berjarak 3 menit dari Bandara.

Dari Caticlan Jetty Port kami menyebrang dengan menggunakan kapal, yang kalo di Kepulauan Seribu, disebut ojeg kapal. Perjalanan kira-kira 10 menit. Kami membayar 60 peso per orang. Ga ada yang bisa dilihat sepanjang perjalanan ini, aku sih hanya menikmati suasana pantai dan laut aja.

Akhirnya sekitar pukul 9.30, kami sudah menginjakkan kaki di Boracay. Padahal kami berangkat dari terminal dalam negri Ninoy Aquino sekitar pukul 8.15. Cepat dan mudah.

Kenyamanan dalam bertransaksi transportasi pun kami rasakan disini. Semua pembayaran untuk tricycle dan boat dilakukan di loket, jadi harga yang kita bayar sudah pasti dan tidak mungkin dipermainkan oleh si supir. Dilihat dari sisi ini, sepertinya Indonesia harus belajar banyak dari Philippines.

Untuk menuju hotel tempat kami menginap, kami harus menumpang tricycle lagi dan membayar 100 peso. Rupanya transportasi yang umum dipakai di sini adalah Tricycle.

Hotel & Entertainment

Hotel kami berada tepat di pusat pariwisata Boracay yaitu di White Beach. Sesuai namanya, sepanjang garis pantai ini, pasirnya berwarna putih. Dan sangat kontras dengan air lautnya yang berwarna biru jernih. Buat pecinta pantai, pasti betah berlama-lama berenang di pantai.

Sepanjang White Beach ini dibagi menjadi 3 sektor. Sector 1, isinya penuh dengan resort dan café mahal. Sector 2 adalah pusat dari semuanya, disini ada sebuah mall dan banyak resto dan café. Sector 3 adalah yang paling sepi. Kebanyakan turis Eropa dan Amerika yang berkeliaran di sector ini.

Melalui internet (dari web Lonely Planet), Bajaj menemukan sebuah penginapan yang murah meriah, khusus untuk backpackers. Namanya Orchid Inn yang terletak di sector 3, disinilah kami menginap selama 3 hari 2 malam. Agar suasana alam dan kesederhanaan terasa, Bajaj memilih cottage tanpa AC. Cottagenya terbuat dari nipa, di balkonnya ada sebuah ayunan dari rotan yang bisa dibuat untuk bersantai. Dari keseluruhan cottage ini, kesan modern hanya di kamar mandinya yang menggunakan keramik. Sisanya adalah anyaman nipa dan rotan. Wuah..benar-benar back to nature. Walau ini adalah Holy Week, kami hanya membayar 11 dolar permalam, termasuk makan pagi dan antar jemput bandara. Secara keseluruhan kami hanya membayar 1300 peso (Rp. 260.000) , termasuk tax. Sebuah harga yang murah, untuk mendapatkan liburan yang tak terlupakan. Bandingkan dengan hotel lain, untuk low season, harga 1 malam bisa mencapai 4000 peso. Untuk super high season, seperti Holy Week ini harganya melonjak jadi 6000 peso. Yah itung-itung hanya untuk menginap 1 malam, kita harus bayar Rp. 1.200.000. (kurs 1 peso = Rp.200).

White Beach, yang menjadi pusat keramaian pulau ini, terbentang sepanjang 4 kilometer, di pinggir-pinggirnya penuh dengan resto dan hotel. Untuk menyusuri pantai ini, tersedia sebuah jalan setapak, yang dibangun pakai bata, tapi ga seluruhnya, ada yang tidak berbatu juga. Selama 3 hari di tempat ini, kemana-mana kami selalu berjalan kaki. Lumayan, minimal 4 kilometer tiap hari. Sebenarnya ada angkutan tricycle, tapi kita harus keluar dulu menuju Jalan Utama. Dan di dalam area pantai, ada pedicap, tapi percuma juga naik pedicap, jalanannya kecil dan ramai dengan orang lalu lalang.

Food & Beverage

Kami selalu mencari makanan di sektor 2, disini ada bermacam-macam makanan dari menu lokal, masakan Barat, Jepang, Korea, Yunani, semua ada disini. Tapi masakan Indo ga ada sih..

Harga makanannya cukup standar, ada beberapa yang mahal sih. Kami sempat makan Buffet, dan hanya membayar 180 peso per orang. Menunya ada ikan, tiram, kepiting, kerang. Aku puas banget makan tiram disini. Segar dan ga amis.

Makanan seafood disini lumayan enak. Aku sempat makan cumi yang gede banget. Perutnya si cumi dimasukkin cabe merah, bawang, wortel yang dipotong kecil-kecil, bawang Bombay, lalu dibakar, dimakan pakai bumbu kecap dengan irisan cabe rawit. Uuh…mantap banget…Untuk seporsi cumi yang kenyangin banget ini, kami hanya bayar 90 peso. Lalu ada Bangus, ini masakan ikan yang dibakar. Makannya juga pake kecap dan cabe rawit. Harga seporsinya hanya 60 peso dan termasuk nasi.

Buat pecinta b2, sosis b2 khas Philippines enak loh, apalagi dimakan dengan kentang goreng dan omelette. Ini menu breakfast favoritku selama di Boracay.

Kami juga sempet coba salah satu café yang menyediakan tempat duduk di pinggir pantai. Kita bisa tiduran dan menikmati suasana pantai yang riuh dengan suara band….Di café ini ga menyediakan minuman lain selain alcohol. Tapi harga minumannya juga ga terlalu mahal. San Miguel sekitar 55 peso. Aku pesen Cosmopolitan, harganya sekitar 35 peso. Murah kan…

Dasar mang aku ga terbiasa minum, minum segelas gitu aja dah lumayan berasa. Ditambah pulang harus jalan kaki lagi….hua…..nyampe hotel langsung tidur deh….

 

Ada 1 tempat lagi yang katanya kudu didatangin kalo di Boracay. Disini jual shaker. Letaknya café ini cukup jauh, dari tempat kami. Dia ada di sector 1. Penasaran seenak apa sih shakernya, kami berdua berjalan kaki selama 20 menit hanya untuk coba shaker itu. Ternyata, shakernya memang enak. Minum segelas gede, dah cukup membuatku kenyang. Menunya macam-macam, ada alpukat, strawberry, papaya, mango dll.

Puas deh minumnya, apalagi mereka juga jual pizza, pasta, sandwich dan makanan Spanyol. Uuhh…yummy banget…

Berjalan kaki selama 1 jam PP ternyata ga sia-sia…..

Ada lagi makanan yang enak, kali ini menu Korea, nama restonya White Snow. Wuih…bener-bener enak…..kami hanya pesen 1 menu. Bulgogi b2 yang dimasak dengan kuah (lupa deh nama benerannya apa). Itu porsi untuk 3 orang, tapi kami makannya cuma berdua, plus side dish. Semua makanan di meja, ludes. Enak banget deh….

Mm…di Boracay, sebenernya aku makan banyak, tapi timbangan ga naik karena aktivitas fisiknya juga banyak. Tiap hari minimal jalan kaki 4 kilo sih. Waktu cobain shaker, mungkin kita jalan kaki PP 8 kilo, tapi itu pun belum termasuk jalan kaki waktu mo cari makan malem dan berenang. Sehari bisa 12 kilo kali tuh.

Yang aku suka dari makan di resto Philippines adalah air minum gratis dan kita bisa refill semau kita. Jadi kalo mo irit, minum air putih aja, ga usah pesen minuman lain.

Beach & Sea

Pantai disini bener-bener putih. Airnya pun jernih, dan tidak ada karang ataupun rumput laut. Bahkan ketika kita agak ke tengah, sampai air setinggi dada, tetep tidak ada rumput laut ataupun ganggang dan karang. Yang ada malah ikan berwarna seperti pasir yang ngajak kita bermain-main. Berenang di laut seperti berenang di kolam renang, lautnya pun tenang sekali. Gelombang besar hanya sesekali, sisanya tenang seperti di kolam renang. Bener-bener Firdaus pecinta pantai.

Salah satu kegiatan di Boracay adalah keliling pulau. Dengan membayar 1300 peso,kami menyewa perahu untuk berputar-putar di sekitar pulau. Pagi hari adalah waktu yang sempurna untuk aktivitas ini. Dengan berbekal snorkel dan roti, berangkatlah kami, menyebrangi lautan :p

Tujuan pertama adalah Cove Island, sebuah pulau pribadi yang di dalamnya ada resort, tapi sepi juga resort ini. Untuk masuk ke tempat ini kita harus membayar sekitar 100 peso per orang. Di dalamnya ada menara-menara untuk melihat pantai, dan bangunan lucu-lucu yang cocok deh buat berfoto ria. Pemandangannya adalah tebing dan laut lepas yang ombaknya cukup besar. Disini ada 2 gua. Gua pertama, terbilang kecil, untuk menuju gua, kita harus menuruni tangga super sempit yang hanya muat 1 orang, kalo badannya segede Tika Panggabean, dijamin ga bisa lewat. Di dalam gua, ada batu granit yang dibentuk meninggi (aku juga kurang jelas apakah ini asli atau buatan). Yah tempat yang bagus buat foto-foto sih.

Gua kedua letaknya lebih besar dan untuk sampai ke bawah, jalanannya lebih sulit, karena kita harus berbasah ria tersiram ombak, dan ada 1 lorong kecil, dimana kita harus masuk sambil menunduk. Ternyata ini nembus ke gua sebelah. Suara ombak yang memecah bebatuan ditambah gema dalam gua, membuat suasana di gua serasa menyeramkan, walau di siang hari.

Lepas dari Cove Island, kami menuju Crocodile Island, sebuah pulau bebatuan yang tak berpenghuni. Bentuk pulau kecil ini memang seperti buaya yang sedang menelungkup. Di dekat Crocodile Island ada titik untuk snorkeling. Setelah kapal tertambat di jangkar-jangkar yang sepertinya sudah disediakan untuk kapal, aku tak sabar langsung mau lompat ke laut. Untung saja, nahkoda kapalnya tidak menyarankan karena kedalaman yang cukup dangkal. Di setiap kapal sudah disediakan tangga, dari sanalah aku nyemplung ke laut. Ombak hari itu cukup besar, karena tidak menggunakan sepatu dan Fin, aku ga berani berenang jauh. Hanya di seputar kapal saja. Nahkoda menyarankan untuk memberi makan ikan dengan roti yang sudah kami bawa. Benar saja, begitu roti masuk ke air, ratusan ikan langsung datang dan berebutan makan roti. Mungkin karena ini sudah menjadi objek wisata, maka ikannya juga jinak dan berani untuk bermain dekat kita. Bahkan kita bisa memegang ikan-ikan itu yang sedang mengerubungi roti. Karang-karang disini, sejujurnya tidak sebagus di Indonesia. Bahkan di Kepulauan Seribu, karangnya lebih beraneka ragam dan indah.

Di Boracay, juga ada banyak spot bagus untuk diving. Sayangnya kami ga sempat untuk diving. Padahal aku pengen juga nambah jam terbang di log book ku.

Rasanya ga puas, bermain air disini. Setiap hari kami menyempatkan diri untuk berenang sambil berendam dan berjemur.

Tempat yang sempurna dan pelayanan dari pemerintah daerah yang baik, ternyata menambah kenyaman berlibur. Untuk itu, Aku dan Bajaj, merekomendasikan pada teman-teman kami, untuk berlibur ke Boracay. Tapi jangan tinggal lebih dari 3 hari, kecuali bila kamu ingin diving. Karena hiburan yang itu-itu aja, cukup cepat membuat kita bosan.

Gift from Boracay

Bagi orang Indo yang sering jalan-jalan ke Bali atau Jogjakarta, barang di Boracay mirip-mirip dengan disana. Hanya bedanya ada tulisan Boracay aja. Disana kami sempat membeli kaos yang dilukis. Harganya lumayan, 400 peso. Kita bisa milih desain yang diinginkan dan mo digambarin apa. Lukisannya bagus dan hidup banget. Apalagi kita pun bisa melihat kaos kita yang sedang di lukis.

Aku sempet beli tempelan kulkas yang ada tulisan Boracay. Lumayan buat pajang di kulkas dan buat oleh-oleh ke Jakarta.

 

Wuah..ga terasa udah waktunya untuk balik lagi ke Manila. Aku pasti balik lagi ke sini, pantainya keren banget……lom pernah melihat pantai seputih dan sebersih ini. Bener-bener serasa di kolam renang, hanya saja ditambah pemandangan yang indah dan ikan-ikan yang ramah.


Boracay, 2 – 4 November 2007

13 thoughts on “Vacation in Boracay

  1. Hihihihi,,,makanya ajarin dong…….
    sebenernya sih banyak foto juga, tapi koleksi pribadi ah, ga mo di expose….hahahhaha…

  2. Hi, salam kenal,

    wah senang sekali kalo blog ini bisa bantu beberapa informasi tentang Boracay.

    Tapi kalo mo wisata kuliner di Boracay? hmmm…..
    diragukan bakal bisa puas sih.
    Mungkin karena banyak bule, jadi banyak cafe nuansa Amerika, di sepanjang jalan dari Station 1 ke 3, ada cafe-cafe yang jual sandwich, omelete, bacon, pokoknya makanan khas bule.
    Lalu di dalam Mall, ada banyak makanan dari Korea, Filipino, Jepang, Barat, dll.
    Makanan filipino disini standard aja sih, hanya seafoodnya lebih seger. Makanan Filipino yang terkenal itu bangus (nama ikan), yang dibakar dan dimakan pakai vinegar dan cabe rawit. Jangan lupa coba Garlic Rice.

    Kalau malam, ada banyak resto yang jual buffet food. Harganya cukup murah, kira-kira 40 ribu rupiah. Makanan yang ditawarkan adalah seafood dan filipino food. Yang pasti bisa makan kepiting dan oyster juga.
    Di Mall juga ada makanan Korea yang nama restonya white snow. Masakan disini lebih enak daripada resto Korea di Jakarta. Porsi gede, harga standar, pokoknya enak bener.

    Ada juga yang jual ribs. Kita sempet mo coba, tapi pelayanan ga ramah, harga cukup mahal dan ramai banget, jadi kita lebih milih makan Korea.

    Di station 1, ada sebuah cafe yang jual shaker. Shakernya enak dan isinya gede banget, harga ok, tempat cozy, makanan yang lain juga ok banget. CUma lupa namanya apa, bisa cari info ke lonely planet. Cafe ini di recomend oleh Lonely Planet dan katanya ga lengkap kalo ke boracay, tapi ga coba makan di cafe ini.

    Berhubung masakan filipino ga jauh beda dengan masakan Indo, hanya lebih asam, kaerna mereka suka pake cuka dan jeruk kunci. Harusnya orang indo ga terlalu sulit beradaptasi kalo ke filipin.

    But u should try Garlic Rice, Bangus dan seafood.

    Kalo lom puas, silahkan tanya lagi.
    Ciao….

  3. Jen, salam kenal.
    Rencananya akhir tahun ini gw mau ke filipine, manila dan boracay yang jadi tujuannya. bisa bagi info ga tentang penerbangan dari jkt ke manila trus ke boracay, naik pesawat apa dan kira2 faresnya berapa? Kalo nyari penginapan on the spot di boracay, memungkinkan ga? atau sebaiknya reserve dulu?
    thanks alot

  4. HI herlin…

    Salam kenal juga….

    Dari Jakarta – Manila, kamu bisa naik Cebu Pasific Air. Pesawatnya baru dan nyaman.
    Farenya juga cukup murah, sekitar 2.2 – 2,5 juta rupiah (tergantung lagi musim rame ato kaga).
    Tiketnya bisa cari di http://www.cebupacificair.com

    Selama ini aku selalu beli pake credit card, dan ga pernah masalah kok. Penerbangannya seminggu ada 3 kali, dan selalu jam 00.30 malam dari Jakarta. Tiba di Manila sekitar 5.30 pagi waktu Manila.

    Nah untuk dari Manila -Boaracay, ada maskapai SE Air, Asian Spirit dan Cebu Pasific.
    Waktu aku ke sana (tahun 2007) Cebu pacific belum ada penerbangan langsung yang mendarat di Caticlan, tapi sekarang udah ada kok…
    kamu bisa liat di Web juga..

    Sekitar bulan Oktober – Desember, termasuk masa2 ramai turis, kebanyakan adalah turis Korea, jadi sangat disarankan untuk reservasi kamar telebih dahulu.

    Pls feel free to ask me.
    I’m staying in Manila now.
    Thank you

  5. Hi Jenly
    that was so great reading ur blog
    aq mau kuliah di Cavite City, MUngkin ke Manila dulu kan, seru ga sih disana
    bisa kasih petunjuk gak sebelum keliling Manila, aq bagusnya naik apa yang murah ya…coz males banget…aq pernah naik Taksi di Manila untuk keluar dari Bandara bayarnya P400, kayakny ditipu deh..
    Makanya ada saran gak untuk keliling2 Manila yang enak naik apa n murah, ayo dong Mba, kasi tau aq….
    Mba email kesini aja jojoba_joqer@yahoo.co.uk
    atau hp saya diindo boleh kan, kan bisa pake textwise hehehe +6285694228883
    Thanks ya mba,

  6. that must be a great vacation mba

    sy mau nanya mba, kalo di philippine itu tempat jalan jalan yg asik dimana ya? Terus kalo tempat shopping bagusnya dimana ya?
    Thanks mba

  7. halo Jen,

    sy mampir diblog Jen dan menemukan info ttg Boracay. Saya kebetulan ada plan ke sana, pengen tahu aja — sy pecinta pantai & air laut soalnya hehe– rada penasaran jg nih jadinya. Ideally, kalo kesana bulan Desember mendingan booking hotel dari sebelumnya ato go show aja cari-cari disana. Im a backpacker so will be likely to stay in someplace not too expensive. Menarik jg tempat Jen menginap waktu kesana — gak tahu apa masih ada ya.
    Saya plan naik Cebu Pacific Jkt-Manila, trus lanjut lg pake Cebu Manila-Caticlan (tadinya mo naek Asian Spirit Airlines tp kok ya di tgl sy plan mo datang, semua tiket sold out), mo naek SEAir mahal2. Iseng2 lagi coba Cebu Pacific, lah kok dpt lbh murah dari SEAir. Emang bukan harga promo sih, tp lebih murah dari SEAir. Nah yg jadi pertanyaan juga, Cebu Pacific Jkt-Manila akan mendarat di Ninoy Aquino kan? dan juga Manila-Caticlan jg berangkat dari Ninoy domestic airport? Am I correct?
    Soalnya sy itung2 kalo hrs ke CLark bakalan wasting time -teman sy inform akan jauh banget dr Clark ke Manila. Rencananya stlh dr Boracay, sy ada bbrp hari utk round-round Manila, sekalian gitu.
    Waduh banyak ya pertanyaannya. MOga-moga Jen berkenan membantu.

    thanks a lot,
    Ali

  8. Hi Jennlie! saya dari Malaysia dan pernah menjejaki Pulau Boracay pada tahun 2008. Check out my travelling blog, ethassan.blogspot.com under June 2010 archive, Pertandingan Seluar Paling Pendek

  9. hi jen,
    aku aku ada rencana ke filipina feb dpn, utk info seputar manila agak susah didapat kbetulan kta mendarat di clark ada info tdk utk transportasi yg aman & nyaman dr clark to makati city berhubung aku bawa anak2 nih.Juga hotel di makati yg ga mahal tp strategis. thanks ditunggu infonya.

  10. beruntung ketemu blog ini. referensi saya buat ke boracay akhir maret ini. thanks mbak jennie..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s