Maundy Thursday

Today is Maundy Thursday. Manila pun, tiba-tiba menjadi kota yang sepi. Kira-kira mirip seperti Jakarta saat ditinggal mayoritas penduduknya untuk mudik. Pusat perbelanjaan, perkantoran, restauran, pusat hiburan, semua tutup. Tiba-tiba Manila menjadi kota yang sunyi senyap. Tiba-tiba pusat kegiatan berpindah ke daerah, banyak kegiatan untuk menyambut Holyweek ini, sayangnya, aku ga sempet melihat.

Akhirnya, aku pun memutuskan untuk muter-muter Manila saja. Kalau biasanya Manila selalu macet, hari ini jalanan kosong melompong, acara jalan-jalan pun jadi lebih asik dan bisa liat banyak hal.

Aku sempet juga ke china town, mungkin ini tempat yang paling ramai hari ini. Seperti biasa, walau tempat-tempat lain libur, orang-orang Tionghoa malah kekeuh buka toko, karena inilah moment paling berharga untuk cari rejeki. Terbukti yang datang berbelanjapun cukup banyak orang.

Lalu sempet juga ke Fort Bonifacio. Tempat ini bekas markas tentara Amerika. Lalu diubah dan dibangun Mall dan pemukiman. Konsep Malnya adalah ruang terbuka. Hampir semua toko tutup, yang buka hanya beberapa restaurant dan toko buku.

Tapi disinilah hal yang berbeda dengan Jakarta, walau pertokoan tutup, tapi banyak orang yang dateng kesini. Ada yang bawa anjingnya jalan-jalan, sambil sang tuan bersantai di Cafe. Ada juga yang bawa makanan sendiri, lalu ngobrol di taman dekat pusat perbelanjaan. Ada beberapa orang yang berjojing ria di seputar taman.Semua orang, dari berbagai kalangan masyarakat, sepertinya bisa menikmati suasana sepi ini dengan caranya sendiri.

Andai di Jakarta ada mall seperti ini. Sebuah tempat umum yang bisa dinikmati oleh semua warga dari berbagai kalangan. Ruang umum, memang benar-benar dikelola dan diberikan pada masyarakat umum untuk menikmatinya.

Anyway, acara jalan-jalan hari ini, bukan hanya sekedar acara jalan-jalan biasa. Tapi aku melihat adanya penghargaan dari kalangan pengusaha, untuk memberikan hari libur bagi karyawannya untuk memperingati Holyweek ini bersama keluarga. Lalu bagi yang bekerja, mereka juga diberikan insentif. Sebuah hal yang positif dari Filipina adalah semua pekerjanya melek hukum, mereka mengetahui secara jelas apa yang menjadi hak dan kewajibannya. Sehingga masalah pembodohan bisa dikurangi.

Lalu kedua, walau Filipina termasuk negara terkorup se-Asia, namun pemerintahnya sangat memperhatikan kehidupan warganya. Lihat saja dari cara pemerintah mengelola tata ruang perkotaannya sehingga public space yang dibangun yah bener-bener diberikan bagi warganya untuk dinikmati. Dan yang pasti, harga makanan disini terkontrol. Tidak seperti Indonesia yang harga pangan naik melulu tiap tahun.

Manila

March, 20th, 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s