LIfe after death

Kira-kira 2 bulan lalu, ada seorang teman yang memintaku dan teman-teman yang lain untuk memejamkan mata sejenak dan membayangkan bagaimana cara kita meninggal. Karena katanya kalo kita bisa membayangkan, kemungkinan besar itulah yang akan kita alami, karena terpaut pada fokus ato apalah gitu. Memang pemikiran ini agak kontroversial, tapi dia mendapatkan ini dari salah satu seminar tentang pikiran (kurang jelas sih seminar apa pastinya).

Saat itu, dari kita bertiga ga ada satupun yang terbayang bagaimana cara kita meninggal.

Tapi kira-kira sekitar 3 minggu lalu, entah kenapa, tiba-tiba waktu mau tidur malem gitu, ada satu sekelebat bayangan, aku akan meninggal seperti apa.

Dalam bayangan itu, aku udah tua dan meninggal di rumah dengan tenang. Saat itu ga ada orang lain di sekitar, yang ada cuma aku.

Duh jadi merinding cerita ginian.

Yah bener apa kaga yah, terserah Tuhan deh. Yang penting menjalani hidup ini dengan bersyukur. Tapi ada satu hal positif lagi yang aku ambil dari pengalaman ini. Setidaknya ini menyadarkanku, walau saat ini masih muda, dan orang-orang muda seperti kita ini sering sombong, bahwa apapun pasti bisa kita selesaikan. Tapi suatu saat nanti kita pasti meninggal. Yah dah sepatutnya kita ga boleh sombong dan bertingkah bahwa kita powerfull. Harus inget ada yang lebih powerfull lagi daripada kita.

April, 4 th, 2008

One thought on “LIfe after death

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s