Am I Crazy????

Blah, udah 3 hari ini, jiwa rasanya tertekan.

Kalau tertekan karena masalah pribadi atau keluarga, mungkin bisa dimengerti.

Tapi ini, tertekan karena masalah lain.

Masalah yang lebih besar daripada masalah kehidupan sehari-hari.

Setiap pagi, aku selalu menyempatkan diri baca Kompas. Dari dulu, isi beritanya kebanyakan mengenai permasalahan politik, ekonomi, hukum, sosial, lingkungan, kesehatan dan lain-lain. Di tengah pemberitaan yang selalu menyajikkan beragam masalah dunia, jarang sekali ada berita yang isinya menyejukkan dan memberikan harapan akan masa depan yang lebih baik.

Tentu saja, tidak hanya Kompas yang jadi sumber bacaan dan info. Masih ada media lain, televisi.

Udah setahun ini, aku selalu nonton sebuah program TV dari Taiwan. Walau program ini berusaha untuk memberikan solusi bahwa semua hal buruk di dunia ini bisa dihapuskan dengan menrubah cara hidup sehari-hari, tapi seringkali aku tidak melihat ada harapan. Melalui program ini, sering ditampilkan banyaknya bencana alam dari seluruh dunia. Banjir di US, badai salju di China, kelaparan di Afrika dan negara miskin.

Rasanya tiap hari dicekokin hal-hal seperti ini, susah juga kalo ga terpengaruh.

Bahkan kadang-kadang kalo liat pengemis di jalan, ga sadar aku bisa menitikkan air mata sendiri. Kalau aku bisa makan enak, aku berasa ga adil dengan anak-anak yang kelaparan.

Sering dalam hati bertanya, kalo aku bisa hidup dengan berkecukupan, kenapa mereka tidak bisa?

Apa salah mereka  hingga mereka harus mengalami kesulitan seperti itu?

Pertanyaan seperti inilah yang membuat aku tertekan. Tanpa disadari ternyata hal seperti ini berpengaruh dalam kehidupan. Dalam pergaulan. BAru aja berantem ama bos. Hanya gara2 hal sepele.

I want to do something, but i dont know how…

kalo hanya yang berpengaruh pada lingkungan sekitar, rasanya walau sedikit udah dilakukan. Tapi gimana caranya supaya kepedulian ini bisa berpengaruh global?

Sekitar 2 minggu lalu, di Filipina, aku sempat mengikuti kebaktian Paskah di sebuah taman. Semua yang ikut adalah orang Indonesia. Seperti biasa orang Indonesia, sering ga tau diri. Di tempat yang hijau, bersih dan indah itu, mereka dengan asiknya buang sampah sembarangan. Akhirnya saking keselnya gue deh jadi tukang sampah mereka. Sayangnya gue terlalu emosi, dan gue ga mo negor orang itu karena khawatir bakal ribut, jadilah gue diem.

Padahal harusnya tuh orang gue tegor bae2.

Hal-hal kayak gini nih…bikin stres.

GUe bisa aja ga peduli, tapi  gue ga bisa. Ada suatu dorongan dalam hati untuk peduli. Akhirnya ini malah jadi tekanan jiwa…..

HELP! HELP! Before i get lost forever………..

6 thoughts on “Am I Crazy????

  1. Betul setiap hari kita dibombardir oleh berita-berita yang tidak pernah membuat tenang malahan selalu membuat diri resah dan galau. Memang berita-berita tersebut mencerminkan apa yang terjadi di lingkungan sekitar kita, termasuk apa yang terjadi di dunia ini; seperti perang, kemiskinan, bencana alam. Selanjutnya setelah kita dibombardir ini yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana kita menyikapinya?
    Yang pertama kita bisa menutup telinga rapat-rapat, dan bersikap tidak mau tahu. Mereka yang melakukan seperti ini akhirnya hidup selalu diawang-awang atau di alam mimpi. Yang kedua, saya tahu tapi saya tidak mau tahu. Orang tipe begini biasanya orang yang egois, mereka tahu apa yang sedang terjadi di lingkungan mereka; tapi mereka bersikap tidak mau tahu. Yang penting bagi mereka masalah tersebut tidak menimpa mereka, so why bother?? Yang ketiga, adalah tipe orang yang saya tahu dan saya mau action. Nah tapi yang biasanya terjadi justru tipe orang yang ketiga yang bisa depresi duluan dibanding ama yang lain. Nah lho, koq bisa depresi.
    Tentu saja bisa depresi, kenapa bisa terjadi? Hal ini bisa terjadi karena saking semangatnya untuk merubah sesuatu tapi lupa atau tidak sadar akan keterbatasan diri. Bagaimanapun kita pasti punya keterbatasan baik dari segi tenaga, emosi, dan pikiran kita. Pada akhirnya yang dapat kita lakukan adalah melakukan kontribusi yang kita bisa, dan lakukan yang terbaik. Dengan harapan apa yang kita lakukan tersebut dapat menggugah seseorang atau juga beberapa orang untuk melakukan sesuatu atau merubah dunia menjadi yang lebih baik.
    Jika ada seseorang yang senang dan merasa bersyukur karena tindakan kita berhasil merubah pandangan mereka akan dunia ini, dan pada akhirnya mendorong mereka untuk memberikan kontribusi maka itu sudah salah satu keberhasilan kita. Seperti Bunda Teresa dimana dia hanya menfokuskan dirinya untuk merawat orang miskin yang sakit, she did it so well and she become people aspiration. She become the virus of love. Imagine if Bunda Teresa besides helping the sick and the poor also do the recycle, she will die young because she wants to help all people. In fact, she let others also to contribute something in their own way.
    So, you are not crazy. You have a pure heart, it just you need to focus to do what your best own and let others do their parts. Otherwise, you will feel overwhelmed and depressed; feeling you can’t contribute something into the world. Thus, my love you have to cheer up and just do what you can do. No need to feel overwhelm.

  2. Ini pendapat dari temen gue..Indira….

    Iya sih jen gw dah baca blog lo.
    Yah gitu deh jgn manusia indo manusia bule aja masih ada yg buang sampah sembarangan ato maksa ngerokok sembarangan padahal gw dah kasih tau itu loh smoking area nya….

    gw soalnya ngga demen baunya… tapi iya sih mendingan di sini gw dah lama ngga nyium bau rokok cuman kalo ada tamu disney aja yg bandel… dan syarief org indo workmate gw krn dia ngerokok tapi biasanya gw suruh dia menjauh😀

    Yah yg kita bisa lakukan adalah mencoba membantu sebisa mungkin sisanya yah bawa dalam doa kali yah sounds a bit a classic answer alias basi hehe but heck what can we do more:( then again prayer is powerful kok😀

    Sebenernya ngga cuman org Indo juga kok yg banyak miskin org sini juga byk yg miskin apalagi org yg dari puerto rico atao yah pokoknya yg keturunana latin malah banyak yg ngga bisa bhs inggris …… hehehe yah kita bawa dalam doa aja kali yah…..

  3. Ini comment dari Poppy

    Wah akhirnya ada juga yg mengeluarkan uneg2 untuk share thoughts.
    Gw seneng banget kok bisa ada bahasan yg seperti Ibu Jen.
    Very happy to know your thoughts Jen.
    Sering2 aja share kayak gini, makanya gw sendiri pengen punya web-site utk forum dimana kita2 bisa tuker pikiran dan memberi kontribusi baik dalam bentuk pemikiran maupun action untuk berbagai hal / masalah di sekitar kita.
    Well… terutama untuk membantu teman2 dan orang2 dekat di sekitar kita.

    Jen, gw sih sependapat dengan Vie.
    Kalo untuk masalah mereka2 itu, kebanyakan memang mereka yg menciptakan masalah itu sendiri. Karena akan jauh lebih baik bila dalam hidup yg susah mereka tidak punya anak dulu, atau pakai KB alami (sesuai tanggalan, or apapun caranya). Sehingga nantinya tidak malah menimbulkan masalah yg lebih berat, mulai dari anaknya cacat, tidak sekolah malah jadi ngamen or todong, sampai anaknya mati or aborsi, dll.
    Lalu, kalo mereka bisa tekun beribadah (apapun kepercayaannya) pasti lingkungan mereka akan bisa membantu dan TUHAN akan tetap beri berkat. Sayangnya mereka yg memilih untuk mengikuti hawa nafsu.
    Karena gw percaya TUHAN itu adil dan memberi kesempatan untuk SEMUA ORANG tanpa terkecuali untuk mengetahui hal2 yg baik. Cuma emang-nya tidak semua orang tau jalan kebenaran or keselamatan.

    So… gw pribadi akan tetap berusaha menolong, meski memang yg layak utk ditolong akan gw tolong duluan.
    CONTOH:
    Kalo gw bisa menyumbang maka gw akan menyumbang utk anak2 yatim piatu ketimbang yg di jalanan.
    Karena menurut gw:

    1. Kemungkinan anak2 yatim piatu di yayasan untuk nantinya bisa hidup dan menjadi generasi yg lebih baik di Indonesia adalah jauh lebih besar. Ketimbang gw kasih duit yg tidak seberapa ke anak2 ngamen pinggir jalan yg notabene uangnya rata2 dipakai oleh bandarnya or ortunya yg mabok, ngerokok, ngobat, dan sejuta satu kemungkinan buruk lainnya.

    2. Emang ini kesannya sadis sih, tapi gw akan cendrung berusaha “membiakkan” calon generasi yg bagus dan meniadakan calon generasi yg tidak bagus untuk masa depan. Meski bagus tidak bagus semuanya tetap di tangan TUHAN.
    Tapi kita sbg manusia tetap punya pertimbangan dan hikmat mengenai hal tsb kan?

    3. Gw selalu percaya setiap manusia punya “hati nurani” masing2. Maka setiap orang memiliki persentase yg seimbang untuk menjadi orang baik ataupun orang jahat.
    Maka semua itu tinggal KEPUTUSAN PRIBADI (FREE WILL) untuk memilih yg mana.
    Meski faktor lingkungan sekitar mempengaruhi tapi banyak sekali contoh bahwa anak2 orang kaya punya kelakuan jauh lebih buruk ketimbang anak2 orang miskin. Karena harta / kelimpahan sering kali malah mendidik anak2 jadi “spoil”.
    AGAIN: Semua tetap tergantung di tangan TUHAN, tapi kita juga bisa memberikan penilaian dan usaha.

    So… seperti kata Gigy bahwa TUHAN pasti punya maksud kenapa kita semua bisa lahir di Indonesia ini. Menurut gw pribadi sih, yah dimana kita ditempatkan di situ kita harus menabur. Urusan cita2 gw ke luar negeri, itu urusan belakangan…. (tetap gw cita2kan kok🙂
    Tapi selama di sini yah kita tetap bisa beri berbagai macam kontribusi yg baik.

    Dengan kita tidak maki2 orang di pinggir jalan or supir bus yg nyetirnya kurang ajar banget sampe mobil gw penyok, or anak2 yg nodong dan nyongkel kaca spion gw, dll…. tapi justru kita berdoa, memberkati, dan terus berbuat baik…. itu semua sudah jadi taburan kita untuk membantu masa depan Indonesia loh.
    Gw dulu juga idealistis sekali kok, maunya lulus dari UK menguasai multimedia Indonesia agar bisa mendidik bangsa. CEILEEEEHHH. hehehe…

    Cuma kalo emang ada batasan yg tidak sanggup gw capai meski sudah gw coba yah jangan ngoyo deh dengan bersedih2 sendiri merapi nasib anak2 jalanan Indonesia sekarang. Ngga guna.

    SUMMARY:
    1. Jangan putus asa dengan keadaan sekitar kita.
    2. Kalo masih banyak org yg berusaha utk memperbaiki hidup dan sekitarnya lewat program tv dll, bersyukurlah utk itu karena bearti masih ada org yg peduli juga dgn keadaan kita yg sudah akhir jaman ini.
    3. SADARLAH… emang sudah mendekati akhir jaman, jadi kita harus lebih kuat lagi.
    4. Bila kita masih berkecukupan, BERSYUKURLAH, karena kita anak2 pilihan TUHAN, maka BERBAGILAH dengan yg kekurangan.
    5. Giatlah untuk terus menabur, baik dalam tingkah laku sehari2, doa setiap hari, dalam bekerja, maupun dalam hal apapun selama kita hidup.
    6. Jangan lepaskan teman2 kita, jika kita bisa terus berbagi dalam suka, kita juga harus bisa berbagi dalam duka, sekarang dan selama2nya.
    7. MAAF YEEE… kalo gw terkesan berkotbah… hoahahaha… soalnya gw keseringan denger cowok gw kotbah. hehehehe…

    Ohya… tambahan info.
    Gw dari dulu juga kadang2 bawa sumpit or sendok sendiri kok.
    Dan kalo beli2 makanan pinggir jalan (sebetulnya jorok juga cuma enak siiiih hehehe) gw cendrung bawa pulang aja. Abis kalo mau menhindari yg beginian susah, satu karena enak, dua karena hemat, tiga gw mau ikutan peduli recycle dan global warming. hehehe….
    So Jen, ternyata banyak sisi2 tersembunyi-mu yg tidak berbeda dari gw.
    Hoahahaha…..

  4. Comment from Vie :

    Wah dalem banget sih blog elu, I wish i can help you.. tapi kalo udah
    ngomongin tentang those unfortunate di Indo kayanya gue agak bitter deh.. life is all about making choices and if they can’t make the
    right one, well then.. what to do? what i mean is.. misalnya gini
    ya.. those people yang uneducated masih muda udah merit and they dont even have a steady job, they dont even have money, and then the next thing you know, they make babies.. years later, they told their kids to beg in the streets.. sometimes ya masalah yang dicari sendiri..
    bukannya gue inconsiderate, what im trying to say is.. help those who
    deserve the help.

  5. cuman satu hal yang bisa dilakukan..
    jangan bikin hal yang merusak kalau tau hasilnya juga merusak
    kadang sumber dari malapetaka adalah dari kebodohan batin, dan dengan mengasah batin kita,bijaksana yang kita dapat

    seperti kisah zen
    ada seorang tabib dimasa perang antar negara, ketika terjadi perang antara negara Zhou, ia mengobati seorang tentara, ketika tentara itu sembuh , ia langsung menuju medan perang kembali dan pulang hanya tinggal nama
    si tabib berpikir, apakah gunanya saya? siapapun yang saya sembuhkan akan selalu kembali lagi merusak dirinya sendiri
    dan apapun yang saya lakukan sepertinya sia sia
    lalu ia memutuskan untuk berhenti menjadi tabib dan menjadi seorang pertapa.
    ada satu momen ketika ia bermeditas, ia melihat serangga besar yang memakan serangga kecil, pohon yang tumbuh dari tunas, lalu beberapa fenomena alam lainnya
    pada saatnya, ia lalu berpikir.. inilah tugasku.. menyembuhan orang.
    lalu ia memutuskan untuk berhenti menjadi pertapa dan kembali menjadi tabib sampai akhir hayatnya..

    semua hal yang kita lakukan di dunia memang seakan percuma, tapi apa yang kita lakukan saat ini adalah salah satu yang akan menyembuhkan dunia, seperti konteks tulisan yang u paparkan

    ps : laen kali, nulis surat yang bener.. jangan pake kata guru bahasa indonesia gua dulu ngajarnya gak gini neh
    kalau nulis antar instansi memang mesti ada kalimat formil, jangan kesannya gak sopan..
    oke..😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s