Public space

Siang itu, cuaca cukup terik. Berdasarkan papan temperatur di depan Mangga Dua Square, hari itu, suhunya 42 derajat. Tak perlu melihat papan temperatur saja, aku sudah merasa udara yang sangat menyengat. matahari bersinar sangat terik.

Aku dan beberapa teman, hari itu sudah sepakat untuk berjalan-jalan di seputar kota tua, Kota. setelah berjalan-jalan, akhirnya tiba juga di tujuan akhir kami, Museum Fatahilla. Setelah sempat eksplore tempat ini, kami habiskan waktu dengan jajan di pinggiran. Ketoprak, jadi pilihanku, maklum makanan favorit…..

Sambil makan, aku melihat ada banyak orang berlalu lalang dengan kostum yang berbeda-beda, dan selalu diiringi dengan fotografer. Sekelompok anak SMA dengan kostum berbeda pun, ramai bergerombol. Sepertinya mereka sedang foto untuk year book.

Ada pula pasangan yang sedang foto pre wedding.

Aku melihat bermacam orang dengan berbagai kepentingan, mereka habiskan siang itu di halaman museum Fatahillah.

Menyenangkan juga menikmati waktu libur dengan hal berbeda. Bila biasanya dengan mengunjungi mall, dan menikmati kekayaan duniawi. kali ini aku coba untuk membumi, melihat warga kebanyakan menghabiskan hari libur mereka.

Andai jakarta memiliki lebih banyak ruang umum terbuka seperti ini. Mungkin konsumerisme tidak akan terlalu mengakar kuat seperti sekarang…

Office, 17 Mei 2008

One thought on “Public space

  1. setuju….
    apalagi kalo ada taman yg dirawat dengan baik
    orangtua bisa bawa anak2nya yg masih kecil main2 di taman
    dan anak juga bisa ngajak orangtuanya yg uda usia lanjut untuk bersantai di taman…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s