Di tengah hembusan napas….

15 Juni, adalah hari yang sangat spesial bagi seorang sahabatku. Itulah hari jadinya. Tahun ini, ia ingin merayakannya secara berbeda.  Ia ingin menyambut hari bahagianya bersama kami sahabatnya dan ingin berbagi dengan sesama yang tidak seberuntung kami.

Hari Sabtu malam, jam 9 malam, kami berjanji untuk berkumpul di Lounge Hotel Mulia sambil menunggu detik-detik hari jadinya. Obrolan ngalor ngidul, terjalin selama 3 jam. Ah…mereka adalah teman-temanku dari kantor lama. Jarang sekali, aku  berkumpul bersama mereka. Hari itu, aku mendapatkan banyak cerita baru dari mereka, entah mengenai masalah di kantor lama, ataupun mendengar keluh kesah dari calon birthday girl, tentang keresahannya menghadapi hari depan.

Tak terasa pukul 12 malam pun tiba. Diiringi lagu “Happy Birthday” yang dimainkan oleh band dari Lounge, kuberikan kue coklat favoritnya dengan sebatang lilin diatasnya….

Keinginan dan harapan meluncur dari dalam hati…

Hembusan udara, mematikan lilin, berharap semua harapan menjadi nyata…

Pelukan dan jabatan hangat bertebaran dalam sekejap. Mengucapkan selamat atas peringatan hari jadinya…

Akhirnya sahabatku yang telah menjadi anak yatim sejak belia, dapat merasakan kehangatan hari jadinya, di tengah sahabat yang selalu mendorong dan mendukung dia…

Namun, acara tidak selesai sampai disini. Hari Minggu siangnya, kami sudah berencana untuk berbagi hari bahagianya ini dengan adik-adik dari panti asuhan “Karena Kasih” di kawasan Sunter.

Segala persiapan, hadiah-hadiah, makanan kecil sudah dipersiapkan sejak jauh-jauh hari.

Ketika tiba di panti, kurasakan kesenjangan di antara adik-adik panti dan kawan-kawanku.

Kuakui, kami tidak terlalu bisa membaur dengan mereka.

Bermodal kenekatan seorang reporter, kuajak adik-adik itu ngobrol. Kutanya apa yang paling mereka inginkan, pandangan mereka akan acara seperti ini, apa ketidaksukaan mereka terhadap acara serupa, masalah mereka di panti dan hal lainnya yang saat itu terpikir, langsung saja kuceploskan tanpa basa-basi. Karena mereka toh, sangat terbuka dengan segala pertanyaan…kubiarkan mereka mengeluarkan unek-uneknya.

Disitu kulihat, ada dua hal berbeda yang terjadi di dalam acara seperti ini.

Di satu sisi, ada orang-orang seperti sahabatku yang ingin berbagi dengan mereka, namun karena ketidakbiasaan, terkadang mereka tidak tahu harus bagaimana cara membaur dengan anak-anak ini.

Di sisi lain, anak-anak ini, terkadang merasa bosan dengan acara seperti ini. Mereka ingin sebuah hiburan yang tidak hanya datang, merayakan ulang tahun, lalu pulang. Mereka ingin ada sebuah permainan, yang bisa membuat mereka tertawa…

Mereka inginkan persahabatan…

Mereka ingin kita tidak hanya sekedar datang lalu pulang, dan momen indah itu hanya terjadi saat itu saja…

Tapi selama ini, kunjungan ini hanyalah sekedar kunjungan…

Kunjungan ini hanyalah memuaskan ego kita, bahwa kita merayakan hari bahagia bersama mereka.

Tapi kita tidak pernah tahu, keinginan dan apa yang mereka harapkan dari setiap kunjungan.

Kurasakan, mereka tidak menginginkan hadiah yang bagus-bagus. Bahkan ada yang bilang bahwa dia hanya ingin jalan-jalan, walau ke PRJ pun tidak apa, yang penting mereka bisa jalan-jalan.

Itulah sepenggal kisah dari sebuah hari…

Office, 16 Juni 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s