Wedding band

Hal yang paling menyebalkan saat persiapan pernikahan adalah campur tangan orang tua, yang maunya banyak, harus ikutin adat dll. Yah begitu juga kami, yang paling repot sebenernya mamaku. Mungkin karena aku anak perempuan satu-satunya dan sulung pula. Apalagi abis ini, anak kesayangannya ini mo ngungsi ke Manila.

Campur tangan mama yang paling bikin aku sebel adalah masalah wedding ring. Walau udah setengah tahun ini muter2 toko emas, ga pernah ketemu wedding bands yang keren dan sreg, ampe akhirnya jatuh hati ama platinum. Maka itu aku keukeuh mo beli platinum aja.

Kamis, 1 Mei 2008, emang udah aku persiapkan khusus untuk membeli wedding bands platinum yang udah aku taksir dari kapan-kapan. TApi si mama keukeuh juga harus cari ke pasar baru, kata doi di pasar baru banyak toko emas. Dengan hati dongkol, jadilah kita bertiga ke pasar baru. Saat itu aku agak kesel, karena kita ga punya waktu banyak, Bajaj lagi di Indo dan masih banyak urusan yang belom diselesaikan. Maka itu aku anggap, liat-liat toko emas ke pasar baru ini sebagai pemborosan waktu.

Tapi suratan nasib emang susah ditolak.

Di toko pertama, kami langsung menemukan sepasang wedding band dari emas putih dan berlian yang cantik. Harganya pun lebih murah daripada platinum, tapi bener deh indah banget kilau berliannya. Di toko ini ada beberapa model yang bagus-bagus, ampe kita bingung mo milih yang mana. Apalagi, model wedding band disini, ternyata cocok banget dengan jariku yang endut dan pendek.

Wedding bands disini bener-bener jauh beda dengan model di toko emas lain yang menurut kami, modelnya standar dan pasaran, tapi harganya selangit. Bener-bener ga worthy antara harga dengan model dan materialnya.

Nilai plusnya dari toko ini adalah si empunya toko, yang ternyata kenalan masa kecil si mama yang udah puluhan tahun ga pernah ketemu. So, pasti harga jauh lebih murah dong. Pelayanan si bos juga ok, dia banyak kasih saran positif.

Dua hari kemudian, jadilah wedding band dengan sebuah berlian soliter kami bawa pulang, plus grafir nama kami di dalamnya. Ga sabar untuk makainya empat bulan lagi.

Kadang, ocehan orang tua ternyata bisa membawa hikmah. Walau nyebelin, tapi ada benernya juga…..

One thought on “Wedding band

  1. Memang kalo nurut ama orang tua itu banyak berkahnya kok Jen… :p
    Boleh juga kalo kita dikasih tahu nama toko emas tersebut dan alamatnya di mana, siapa tahu berguna di kelak kemudian hari, hehe… :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s