it’s just see ya around

Aku tidak pernah menganggap diriku istimewa. Aku adalah Jenni, seorang yang sederhana, namun memiliki impian yang besar untuk memberikan sesuatu bagi dunia ini, serta pengen banget jalan-jalan keliling dunia.

Berikut adalah sepenggal kisah….

Sepenggal kisah, yang akan selalu menjadi kenangan terindah dalam hidup seorang Jenni.

“..This is not a goodbye, It’s just see you later…”

Begitu kira-kira penggalan kalimat yang ditempelkan di berbagai tempat strategis di seluruh pelosok kantor. Sebuah farewell party buatku dari teman-teman kantor.

Tanggal 5 September, adalah hari terakhir aku bekerja di Da AI TV.

Sejak pagi, beberapa teman menatap dengan penuh makna sambil menghela napas, entah apa yang ada dalam pikiran mereka. Beberapa teman, sempat memeluk, dan seketika itu juga, air mataku langsung menitik…

Seharian itu, aku masih mengerjakan beberapa tugas rutin sambil membereskan barang-barang. Hari itu juga hari terakhir aku taping presenter. Supaya, aku tetap bisa konsentrasi, aku sudah wanti-wanti ke teman di studio, supaya jangan sekalipun menyinggung ini hari terakhirku. Karena khawatir, aku tidak bisa menyelesaikan tugas terakhir ini dengan baik…ternyata, taping berjalan lancar. Puji Tuhan.

Hari sudah menjelang pukul 17.00 ketika pekerjaanku akhirnya selesai. Dan tibalah saatnya Farewell party itu. Perasaanku saat itu campur aduk.

Aku tidak pernah menyangka, acara perpisahanku dengan kantor ini bisa begitu heboh. Tadinya, kukira hanya aku yang akan merasa sedih meninggalkan tempat ini. Ternyata, beberapa sahabat turut merasa sedih.

CEO kami, memberikan sepatah dua patah kata. Walau, beliau hanya mengucapkan beberapa kalimat sederhana, tapi aku tidak menyangka, beliau masih ingat jelas, bagaimana aku bisa bergabung di tempat ini. Bahkan ia, sempat mengodaku tentang sebuah kejadian di Jogja, sekitar 2 tahun lalu. Ingatan beliau, tentang semua hal detil ini cukup membuatku terkejut..

Kebetulan, pertengahan Agustus lalu, seorang kolega dari program documenter, mengangkat sebuah topik mengenai arti kemerdekaan dari sudut pandang warga keturunan. Entah kenapa, aku dijadikan narasumber. Jadilah, momen ini sebagai tayang perdana, di depan teman-teman. Duh…ampe malu, ga berani liat deh…pokoknya sosok aku dari 3 tahun itu, ditayangkan deh. Dari pipi masih chubby, rambut pendek, ampe yang sekarang yang udah kurusan 7 kg dan makin dewasa hehehe….(ga percaya, liat aja sendiri…:P)

Acara kumpul-kumpul ini, dimeriahkan dengan makan-makan kue…

Aku diberikan, sepotong kue, lengkap dengan strawberry, coklat praline, dan potongan coklat dengan tulisan thank you. Hmm…kuenya cukup enak…J

Dari keseluruhan rangkaian acara ini, yang terberat adalah ketika saatnya pulang dan pamitan dengan teman-teman. Sebuah kesadaran menusukku, aku sudah tidak lagi bekerja disini. Sebuah perasaan yang aneh, karena aku selalu menganggap tempat ini sebagai salah satu rumahku.

Maggie, sejak sore berusaha untuk menghindariku, tapi akhirnya momen itu tak terelakkan. DIa memelukku sambil menangis. Belum pernah liat Maggie menangis. Seketika, air mata yang sejak dari tadi kutahan, akhirnya tak terbendung juga. Tak lama, mas Nanang lewat. Emosi yang kutahan sejak beberapa hari lalu, akhirnya tumpah di bahu mas nanang. AKu nangis tak terkontrol….:(

Mas Nanang, masuk ke Da Ai TV kira-kira 3 bulan setelah aku masuk. Susah senangnya perjuangan sudah kita alami bersama. Hingga akhirnya, kita semakin dekat karena mengerjakan proyek Sahabat Alam. Selama ini aku sudah menganggapnya sebagai kakak. Jujur saja, aku kagum dengan perkembangan dia dalam kurun waktu 3 tahun ini.

Satu persatu, beberapa teman menghampiriku. Memeluk, dan memberi dukungan agar aku terus maju untuk mencapai tujuanku. Pelukan mereka, cukup menenangkan. Sampai akhirnya, aku memiliki ketenangan dan bisa menatap penuh optimisme, pada orang terakhir yang kupeluk. Seseorang yang selama ini selalu memberi dorongan agar aku terus maju. Thank you, bro, I will keep your promise J

Teman-teman dari divisiku, memberikan sebuah surprise. Berupa bingkai foto dengan foto kita ramai-ramai ( beberapa hari kemudian, mereka memberikan mousepad, mug dan kaos bergambar foto-foto kita…Katanya, supaya aku selalu mengingat mereka, kapanpun dimanapun . Hehehe….)

Hmm….hadiah ini, memang hadiah terindah, tapi masih ada yang lebih indah lagi, yaitu persahabatan kita. I never thought, I have lots of friends, who love and always support me all the time. Thank you for the friendship and keep going. Don’t be afraid to make a big step for yourlife. Love you guys…

See ya around…

September 2008

2 thoughts on “it’s just see ya around

  1. Orang yang tidak menganggap dirinya istimewa, seringkali justru merupakan pribadi yang istimewa. Itulah elu, Jen :p

    Yang g rasa istimewa dari lu adalah, lu selalu bisa melihat sisi positif dari segala sesuatu. Dan memaksimalkan sisi positif itu, meski sekecil apapun (di mana orang lain mungkin udah berasa hopeless), sehingga perlahan namun pasti, sisi positif tadi berkembang dan menjalar luas.

    Btw, lu turun sampe 7 kg ya, pantesan akhir2 ini keliatan kuruuuuus bangeeet (bahagianya, hehe…) :p

  2. wah…makasih san…..
    syukurlah, kalo sisi positif aku yang bisa nular. bukannya sisi negatifnya….karena sisi negatifku, banyak juga loh….

    hmmm….7 kg dari setahun lalu sih…lalu beratnya dah stabil lagi….
    keliatan kurus, mungkin karena kaos kita yang kekecilan hehehehee….
    all the best my dear friend…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s