I was there (Final Championship, Ateneo vs De La Salle)

Di Filipina, pertandingan basket antar kampusnya, termasuk salah satu event yang sangat populer. Sampai-sampai, untuk penyelenggaraan 1 pertandingan saja, ada begitu banyak pihak yang diuntungkan. misalnya, pemilik restorant, sangat diuntungkan dengan jumlah tamu yang bertandang di restorannya usai pertandingan, belum lagi para sponsor yang mensponsori pertandingan, penjual makanan dadakan, atau pasar gelap untuk taruhan….

Terlalu banyak pihak yang terlibat, sudah pasti perputaran uangnya juga gila-gilaan.

Para pemainnya pun, tidak sembarangan, mereka adalah para mahasiswa yang dikontrak secara khusus dan diberikan fasilitas (seperti apartemen dan mobil), yang denger-denger setara dengan fasilitas dan gaji yang didapat oleh level manager senior di Filipina.

Pertandingan final tahun ini, tim yang berhadapan adalah Ateneo De Manila University (the blue eagles) VS De La Salle University (Green Archer) –> i bought the green shirt, coz i like green😀.

Kedua tim ini bisa dibilang adalah musuh bebuyutan. Bahkan sekitar 20 tahun lalu, fanatisme dari kedua kubu ini, seirngkali menimbulkan perkelahian kala mereka bertemu dalam pertandingan. Saking fanatiknya, di dalam stadion bisa disediakan 2 kamar mandi, yang satu khusus untuk pendukung Ateneo, satu lagi pendukung De La Salle.

Dan sudah menjadi aturan tak tertulis di kalangan mahasiswa dan alumni. Bahwa dalam satu garis keturunan keluarga, bila sesepuhnya adalah mahasiswa Ateneo, maka setiap keturunannya pasti kuliah di Ateneo juga. Begitu pula dengan pihak De La Salle. Fanatismenya cukup membuatku tercengang, apalagi di Indonesia jarang ada hal seperti ini.

Hari ini, 25 September 2008, aku, Jay dan Lukas cukup beruntung. Kami diajak untuk menonton pertandingan final ke-2 antara kedua tim besar ini. (ini adalah pertandingan final, dan pertandingan diadakan 3 kali, untuk mencari the best three, Ateneo menang dalam pertemuan pertama, sekitar tanggal 21 September, dan bila Ateneo kali ini menang, berarti Ateneo adalah pemenang championship tahun ini).

Aku, beberapa hari belakangan ini memang sedang mencari sekolah untuk Master degree. Dan agak bingung antara Ateneo ato De La Salle.

Akhirnya iseng, aku membatin, siapapun pemenang pertandingan ini, maka aku akan masuk ke kampus itu. Awalnya aku sangat yakin Ateneo akan memenangkan pertandingan ini. Dan lagi, sebelum-sebelumnya aku memang udah naksir pengan kuliah di Ateneo. Karena melihat kampusnya yang luas dan suasanannya yang sepertinya asik.

Game round pertama, De La Salle memimpin pertandingan. Terlihat sekali tim Ateneo nervous. Kemudian di game ke dua, pemain Ateneo seperti mendapatkan kembali angin segar yang sempat hilang, mereka mulai bermain dengan lebih fokus.

Skor terus kejar-kejaran, tapi kebanyakan Ateneo yang mempimpin pertandingan, dan hampir selalu beda 10 point. Sampai ketika di Game ke-3, skor 49 – 43 untuk Ateneo. Aku jadi ikut deg-degan, karena mengingat janjiku untuk masuk ke kampus yang memenangi pertandingan. Sampai-sampai aku ikut-ikutan seru dan teriak ” Go Ateneo..one big fight”

hussss……..teriakan penuh semangat tak henti-hentinya diteriakkan. apalagi kedua tim bermain cukup hati-hati, dan lumayan keras.

Ketika memasuki game ke-4, game terakhir, supporter De La Salle mulai gencar kasih semangat, karena timnya berhasil memperkecil ketinggalan, menjadi 52-47. Angka yang kritis. Apalagi tim De La Salle, sangat mengandalkan 3 point shoot. Beruntunglah, defence dari Ateneo lumayan baik, sedangkan tim De La Salle sepertinya kehilangan fokus untuk shooting bola dengan tepat.

Waktu terus berjalan, hingga sudah menyisakan sekitar 2 menit pertandingan. Tim Ateneo sudah yakin akan memenangkan pertandingan. Yel-yel ” Go Ateneo..one big fight” semakin sering diteriakkan, ditambah dengan gemuruh drum yang terus menerus digendangkan sejak mulai pertandingan….

Peluit dari wasit, menandakan game telah usai, disambut dengan gemuruh teriakan dan tepuk tangan dari supporter….

Aku pun ikutan lega….setidaknya aku tetep jadi masuk Ateneo hehehehe….

Aku termasuk orang yang percaya dengan kata hati, ketika akan memutuskan sebuah hal. Untuk kali ini, aku gunakan pertandingan ini sebagai penentu, aku akan melangkahkan kakiku kemana. Dan ternyata, feeling dan apa yang aku mauin, kali ini match…

I’m Going to Ateneo next year……….:D

2 thoughts on “I was there (Final Championship, Ateneo vs De La Salle)

  1. Setuju banget Jen, kayaknya lu kuliah di Ateneo De Manila aja, secara universitas itu ‘melahirkan’ banyak orang pintar. Dulu waktu g ikutan kompetisi debat di Singapore, mahasiswa dari Ateneo De Manila adalah yang terbaik se-Asia (dalam bidang debat lho ya), musuh bebuyutannya yang sama-sama dari Asia adalah Saint Thomas University (kalo gak salah di Manila juga) dan Nanyang Technological University, Singapore. Selain itu musuhnya orang bule semua. Kita-kita yang orang Indo, Malay, Thailand, India, apalagi Jepang, Hong Kong, wah… lewat kaga ada yang masuk putaran per delapan final… ;p
    Sukses selalu ;p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s