Taglish

Walau Bahasa Inggris adalah bahasa kedua dari masyarakat Filipina. Namun mereka tetap menghadapi permasalahan dalam penggunaan bahasa sehari-hari.

Hal ini sudah aku ketahui sejak baru datang ke Manila, namun baru kali ini aku mendengar orang Filipina sendiri yang mengatakan bahwa penggunaan Bahasa Inggris yang berlaku di Filipina adalah salah. Parahnya, banyak dari mereka yang tidak tahu, bahwa kata yang mereka gunakan sehari-hari adalah salah dan tetap menggunakan kata itu bila berhubungan dengan warga internasional.

Ucapan ini aku dengar dari salah satu guru bahasa Inggris. Beliau tinggal dan bekerja di US.

Contoh yang dia angkat untuk memaparkan masalah ini adalah sbb :

1. “Come again, please?”

Awalnya aku mengira yang dimaksud dengan ucapan disini adalah “Tolong datang kembali”. Nyatanya, orang Filipina, sering menggunakan kata ini dengan maksud seperti ini, ” Pardon me, please repeat it again.”

2. “I will fetch you at 2 pm.”

Yang dimaksud “Fetch” adalah “Pick you / me up”. Orang Amerika sendiri menganggap kata ini kasar karena biasa digunakan  sebagai arti “menimpuk.”

3. “Where is the CR?”

Orang disini selalu menyebut Restroom sebagai CR. Padahal Orang Amerika tidak mengenal kata ini dan kata ini berasal dari Spanyol.

4. ” I will introduce my Pamily…”

Mereka terbiasa mengucapkan huruf “F” dengan “P”. Untuk mengangkat contoh ini, kami diberikan contoh tentang seorang remaja berusia 17 tahun yang mengikuti kontes Pageant. Ketika ditanya juri, dia berusaha untuk ngomong dengan bahasa Inggris, namun salah mengucapkan kata “FAMILY” menjadi “PAMILY”. 

5. “Please tell to your ma, that…..”

Yang salah disini adalah penggunaan kata “to” yang seharusnya ga perlu ada.

6. ” Paul is playing with her toys.”

Melihat ada yang salah?? Ya, yang bener harusnya adalah “HIS” bukan “Her”. Hal ini karena tagalog sama seperti bahasa indonesia. Kata “kamu”, “dia”, “saya”, tidak ada pembedaan jender.

Masalah ini diangkat dalam kelas persiapan TOEFL yang sekarang sedang aku ikuti. 

Ternyata mereka sama saja dengan bangsa lain, memiliki kesulitan dalam penggunaan Bahasa Inggris. Bedanya, mereka agak susah untuk menghilangkan kebiasaan karena kata-kata yang salah ini sudah mereka gunakan sejak mereka kecil, jadi sudah terbiasa untuk dipakai.

2 thoughts on “Taglish

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s