Coron Island: Keindahan yang belum terjamah

Biru dan bersihnya air di Kayangan Lake sungguh menggoda, saya pun tanpa banyak bicara langsung melompat ke air. Wow…benar saja airnya sangat menyegarkan, apalagi saat itu udara sedang panas-panasnya. Tanpa mengenakan pelampung ataupun kacamata renang, saya langsung berenang ke tengah danau tanpa berpikir panjang ataupun melihat ke dasar danau. Dalam hati saya berpikir, “andai saja di dekat rumah saya ada danau seluas dan sebersih ini, pasti sangat menyenangkan.” Sayangnya di daerah rumah saya di Jakarta, yang ada hanyalah kali Pasar Baru yang hitam dan berbau. Maka itu, kesempatan menikmati danau yang sangat bersih ini harus dinikmati baik-baik.

Kayangan Lake memang terkenal sebagai danau terbersih se-Filipina. Maka itu, pihak pengelola tempat ini juga sangat ketat dalam hal sampah dan tidak memperbolehkan pengunjung untuk membawa makanan ke area danau. Sebagai gantinya, mereka menyediakan gubuk-gubuk kecil, di luar area danau untuk tempat peristirahatan pengunjung. Dan asiknya, tempat peristirahatan ini juga dibuat sedemikian rupa, sehingga ketika beristirahat kita tetap bisa menikmati indahnya teluk Coron dengan airnya yang jernih dan biru. Wah, benar-benar sensasi yang tiada taranya.

Twin Lagoon

Puas menikmati Kayangan Lake, kami pun pindah lokasi ke tujuan selanjutnya yaitu Twin Lagoon. Setelah menempuh perjalanan selama sepuluh menit dari Kayangan Lake, kapal mesin yang kami sewa pun merapat di sebuah ‘dermaga’ buatan yang kecil. Nah, setelah itu kami pun terheran-heran karena kami tidak melihat adanya laguna satupun disana. Sampai akhirnya nahkoda kapal kami menunjuk kepada sebuah celah kecil yang hampir tertutup air, ternyata itulah pintu masuk satu-satunya ke Twin Lagoon. Bila air pasang, tentu saja kita harus menyelam cukup dalam untuk melewati celah tersebut. Wah, sungguh menantang dan memerlukan keberanian. Setelah berhasil melewati “pintu kecil” itu, kami pun terkagum-kagum dengan sensasi laguna tersebut, bayangkan saja kita bisa menikmati sensasi air panas dan dingin pada saat bersamaan. Karena tempat ini memang terkenal sebagai tempat pertemuan arus panas dan dingin.

The Best Wreck Diving in the World

Island Coron dan sekitarnya juga disebut-sebut sebagai ‘the best wreck diving in the world’. Hal ini ada kaitannya dengan sejarah Perang Dunia II. Tahun 1944, pasukan Amerika meluncurkan serangan besar-besaran terhadap armada laut Jepang yang mengangkut berbagai keperluan logistik untuk tentaranya yang menguasai Filipina. Lokasi serangan ini adalah di sekitar Coron island, dan pihak Amerika mengklaim telah menenggelamkan 24 armada. Namun hingga saat ini baru ditemukan 12 armada dan 8 diantaranya berada di sekitar Coron Island.

Salah satu tempat shipwreck diving adalah di Skeleton wreck. Di sini kita bisa melihat sisa peninggalan kapal perang tersebut hanya dengan snorkeling. Karena lokasi kapal perang tersebut cukup dangkal yaitu sekitar 10 meter, namun tentu saja bila ingin menjelajah lebih jauh, disarankan untuk scuba diving. Melihat sejarah yang cukup kelam tersebut, membuat saya cukup gentar ketika akan masuk ke air, namun setelah melihat aneka ragam ikan dan terumbu karang, saya pun lupa akan ketakutan saya. Sungguh merupakan pengalaman yang tak terlupakan.

Selain wreck diving, di sini juga terkenal akan cave diving. Karena sedikit berbahaya makan hanya ‘diver’ dengan jam terbang tinggi saja yang diperbolehkan untuk melakukan cave diving, salah satunya adalah Barracuda Lake –dinamakan demikian karena pernah ditemukan tulang belulang ikan barracuda yang cukup besar.

Coron Island, Palawan Utara

Sebagai tempat tujuan wisata, Coron Island dan sekitarnya bisa dibilang masih asri dan belum terlalu komersil. Sehingga kita masih bisa menikmati keseharian warga pulau ini sekaligus menikmati keindahan alamnya. Sebut saja Banana Island dan Malcapuya Island yang pantainya sangat bersih dan disebut-sebut sebagai “the next Boracay”; Mount Tapyas (kita harus menapaki 700 anak tangga untuk tiba di puncak) adalah tempat kita menikmati matahari pertama yang menyinari kepulauan ini; Makinit Hot Spring, tempat pemandian air panas yang berada di pinggir pantai; Siete Percado, yang merupakan gugusan tujuh pulau kecil, menjadi tempat yang tepat untuk snorkeling.

uhh...masih harus mendaki 600 anak tangga lagi

Di sekitar Coron Island juga ada sebuah spot menarik yang sarat dengan sejarah, yaitu Culion Island – sebuah pulau bekas penampungan penderita kusta. Sekarang, pulau ini sudah terbuka untuk umum dan kita bisa melihat jejak-jejak sejarah masa lalu. Calauit Island juga terkenal sebagai hutan lindung untuk berbagai hewan asal Afrika dan beberapa jenis langka dari Palawan. Jadi jangan kaget bila anda melihat ada Zebra di sini.

Akomodasi di Coron Town cukup beragam, dari backpacker’s inn sampai villa pribadi dengan pemandangan laut dan pantai. Jadi semuanya tergantung anda mau memilih yang mana. Namun yang pasti untuk mengunjungi tempat-tempat yang telah saya sebutkan diatas, kita harus menyewa kapal lagi atau bisa juga mengikuti paket dari tempat anda menginap. Selamat berpetualang!

How to get there:

Cebu Pacific Airlines dan Philippines Airlines. Tujuan: Busuanga. Lama perjalanan: 1 jam.

WG&A Superferry dari Pier 15, Manila South Harbor.

Jadwal: Manila – Busuanga: setiap hari Jumat malam (12 jam perjalanan)

Busuanga – Manila: setiap hari Senin pagi.

Quick facts:

Paket penginapan termasuk makan 3x sehari.

Cocok untuk Gateaway weekend

Pasalubong: Dried Fish dan madu Palawan

7 thoughts on “Coron Island: Keindahan yang belum terjamah

  1. Ngiler liat foto-fotonya (tes…tes…tes…)
    Kalo ada rejeki boleh nih ke situ… (kasih liat fotonya ke Hendra ah, hehe…) ^^

  2. Jenn.. lo inget gw gak yach?? mudah2an inget..😀.. anyway, fotonya bagussssss bgt.. tulisan2 nya juga bagus2.. jadi demen banget bacain postingan2 dirimu itu.. terus nulis ya..🙂..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s